Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2013

Surat Kecil Untuk Tuhan Preview Ringkasan

Posted by Khoirul Zed | 10.18 Categories:

Surat Kecil Untuk Tuhan


Producer             : Sarjono Sutrisno
Production         : Skylar Pictures
Length                  : 100 minutes
Players                 : Alex Komang, Dinda Hauw, Esa Sigit, Ranty Purnamasari, Dwi Andika, Egi John Foreisythe
Director               : Harris Nizam
Author                  : Beby Hasibuan

The true story of a little girl named Gita Sesa Wanda Cantika commonly called Keke This moves the heart of a writer Agnes Davonar - to elevate the story into a novel, entitled Surat Kecil Untuk Tuhan.

Keke was 13 years old and his life seems perfect, loved by parents and two older brother in an affluent family's financial condition, and has a compact six close friends and lover named Andy (Esa Sigit).

But it turned out to be accepted Keke sad news, it turns out he was suffering from a disease called Rhabdomyosarcoma (cancer of the soft tissue) and was in stage 3. Keke was the first patient in Indonesia and the doctor said that she was a few months away. But  Keke’s father did not give up, Keke had to undergo nearly a year of action kemotrapi makes Keke hair loss, dry skin, and she often felt her stomach. Keke looked terrible, her beauty is lost. Keke frequent nosebleeds, difficulty breathing and his eyes reddened and watery and over time there is a bump that is increasingly large part of the left lower eyelid. Even so, he still wanted to take the exam schools. Mrs Megawati to rank him as the 'Schoolgirl Example'.

Fortitude and patience Keke gets the prize, because the doctors finally declared healed Keke and can move as usual. Yet somehow, the cancer returned more severe attack next year. Keke knew he was getting weaker, but Keke not want to seem to lose, and he always tried to be tough and persistent fight against the disease by the family he loved and loyal companions.

Initially the novel can be read free of charge on the internet and has been read by 350,000 web visitors and sold well over 30,000 copies. This book has also been translated into other languages ​​as well-known in Taiwan. Life and the fight against cancer Keke had been discussed in a television show Kick Andy. Do not forget to bring a tissue or handkerchief while watching this movie!


Our Group :
·        Dionisius Paskalino
·        Ivone uji mawati
·        M. khoirul Zed
·        Siti Aisyah

Kamis, 16 Agustus 2012

Naskah drama Ibu Bumi

Posted by Khoirul Zed | 19.17 Categories: , ,




Naskah Lakon Remaja
IBU
BUMI
Karya Candra Barong Harjanto




















SUASANA PANGGUNG LENGANG, KASUR KAPAS DITENGAH PANGGUNG. SESEORANG (PEREMPUAN BIJAKSANA SETENGAH TUA) MENARUH LILIN/LAMPU MINYAK PADA POSISI DEPAN, POJOK-POJOK PANGGUNG, SAMBIL MENYEBAR BUNGA.

SESEORANG    
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.
Aku mulai dari sini, Tanah…………. Air,…………….. Udara.

TIGA ORANG MASUK LALU-LALANG, BERKATA
tanah……air,……… udara……. tanah……air,……… udara……. tanah……air,……… udara……. tanah……air,……… udara……. tanah……air,……… udara……. tanah……air,……… udara…….(semakin lama semakin cepat. Seseorang mendekati kasur, membersihkan kasur, merapikan, kemudian menariknya pelan-pelan. )

SESEORANG
tanah…… kembalilah ke tanah.air…..kembalilah ke air, udara………kembalilah ke udara.{di ulang 3 kali }tanah,air,udara.kembalikan aku kepadanya,sang pencipta.

TIGA ORANG    
Bolehkah aku bertanya?

ORANG 1           
eeeeee…..bo…..bo…..bolehkah aku bertanya, siapa kamu, ada sesuatu yang indah, sangat menarik darimi.

ORANG 2           
Dari manakah kamu?

ORANG 3           
Aku melihat orang-orang lalu lalang, tanpa tegur sapa. Seperti berhala-berhala yang minta dipuja-puja, apa itu yang disebut keramahan?

ORANG 1           
Aku merindukan keteduhan jiwa.

ORANG 2           
Aku mencarinya, berhari-hari, bulan, tahun, dan berabad-abad

ORANG 3           
Siapa kamu, aku melihat sesuatu nasihat yang terukir dari surga,nasihat cinta

ORANG 1           
Apakah kamu tanah………

ORANG 2           
Kamukah air………

ORANG 3           
Barang kali kamu tanah, air, udara, semuanya ada padamu

SESEORANG     
Aku cinta, aku dari cinta, tempat kamu barasal dan akan kembali

TIGA ORANG     
Aku cinta, aku dari cinta, tempat aku berasal dan akan kembali

SESEORANG                  
Orang-orang mulai lupa, dari mana mereka berasal dan kemana akan kembali. Orang-orang tinggalkan agama, orang-orang lupa Tuhannya.

TIGA ORANG     
Aku cinta, aku cinta, betapa indah aku, aku cinta, akulah makna….

SESEORANG     
Ya, Bila cinta adalah nafasmu
Aku ingin melarutkan diri di etiap detak jantung
Di saat helaan nafas sedih dan gembiramu
Aku ingin mengenang, bahwa udara mengawali cinta
Entah apa, dimana, bagaimana?
Aku ingin mengikuti jejak yang kau sunting lewat tanah
Menyemai benih kerinduan
Bila aku penguasa cinta
Akan aku berikan kasih dan sayang pada orang
Yang tulus memaknainya dengan keabadian
Agar yang terberai bisa bersatu

ORANG 1           
Kamukah perempuan yang ku cari?

ORANG 2           
Aku selalu mengenang dan merindukanmu

ORANG 3           
Kamukah perempuan itu, perempuan makna yang kucari?
Bila cinta adalah nafasmu
Aku ingin melarutkan diri disetiap detak jantung
Disaat helaan nafas sedih dan gembiramu
Aku ingin mengenang, bahwa udara mengawali cinta
Entah apa, dimana, bagaimana?
Aku ingin mengenang, bahwa udara mengawali cinta
Entah apa,dimana,bagaimana?
Aku ingin mengikuti jejak yang kau sunting lewat tanah
Menyamai benih kerinduan.
Bila aku penguasa cinta,
Yang tulus memaknainya dengan keabadian
Agar yang terberai bisa bersatu.

1,2,3       
kamukah perempuan itu?apakah kamu ibundaku?
Seseorang (keluar dari panggung sambil berkata)
Kamu pernah aku lindungi
Akulah negaramu,aku bundamu
Aku adalah cinta,perempuan itu

1,2,3       
apakah kamu ibundaku?

LAMPU MATI

A,B,C SUDAH DIPANGGUNG,BERLALU LALANG SAMBIL MENDORONG KERETA BAYI.

A,B,C    
jangan menangis,lekas tidur sayang…tidurlah yang nyenyak,jangan
gelisah,aku selalu menjagamu.ayo sayang,minum yang banyak,jangan nakal,jangan ngompol,cup…cup…cup…ayo nak,belajarlah menggenggam,belajarlah meraih mainanmu,belajarlah berjalan,jangan pernah bersedih,ini mainanmu.aduuuh..anaku ngompol lagi,ayo mandi dulu…tersenyumlah nak,itu bapak sudah datang,jangan nangis ya….

A,B,C    
lekas tidur, malam sudah larut
Lekas tidur, malam sudah larut (lalu dia mematung)
Seseoarang keluar menarik kasur,diatasnya banyak sekali boneka,ada beberapa boneka yang digendong sambil membawa lampu teplok atau sambil menyapu jalan.boneka diletakkan di kereta bayi atau dibagi-bagikan,tersenyum.

A,B,C     
jangan menangis,lekas tidur sayang…. Tidur yang nyenyak, jangan gelisah, aku slalu menjaga mu. Ayo sayang minum yang banyak, jangan nakal, jangan ngompo cup..cup..cup.. ayo nak, belajar mengenggam. Belajar mearaih mainan mu, belajar berjalan, jangan pernah bersedih, ini mainanmu,aduh anak ku ngompol lagi, ayo mandi dulu,itu bapak sudah datang,jangan nangis ya…

SESEORANG 
jadilah apa yang kamu inginkan (masih membagi-bagikan boneka)
Kamu berhak memilih jalan yang terbentang didepanmu
Aku adalah busur dan kau adalah panah milik sang hidup
Jadilah dirimu sendiri,jadilah penentu jalanmu
Hidup adalah pilihan
Kamu berhak memilih sukses atau gagal,untuk bahagia atau berduka
Untuk berbagi atau kau miliki sendiri,pilihanmu adalah hak mu
Dan kau bertanggung jawab terhadap setiap pilihan dan tindakanmu.
A,B,C MENIRUKAN KATA-KATA SESEORANG SAAT MENDAPATKAN BONEKA…

SESEORANG 
aku dari tanah,dan akan kembali lagi ketanah.aku yang pernah menjadi rumah kehidupanmu,melindungimu dengan cinta,dengan rasa,bilaperlu aku berikan jantungku,nafas untukmu agar kamu lebih baik anak-anaku…akulah tanah airmu,akulah darahmu,yang pernah merasai detak jantung dan aliran darahmu saat dirahimku…seperti kau telah merasai detak jantung dan aliran darahku.

A,B,C        
Kamukah ibundaku? Kamukah perempuan cinta?

SESEORANG  
Ya, akulah ibundamu.perempuan cinta yang memberi cinta.melebihi cinta diatas cinta yang pernah ada.

A               
Kaulah jantungku.

B               
Kaulah nafasku.

C               
Kaulah gerakku.

B               
Aku akan melebihi cinta, seperti cintamu pada anak-anakku.

SESEORANG 
Akulah ibundamu, tanah airmu…rumah kehidupanmu..

1,2,3         
Kamukah ibundaku? Tanah airku?

SESEORANG 
Ya, akulah ibu bumi yang selalu disebut-sebut,akulah tanah airmu.
Akulah orang yang mengajarimu mengenal tuhan.
Akulah darahmu, tanah air tercinta.

1,2,3         
Kamukah yang selalu disebut-sebut ibu bumi?

SESEORANG 
Ya, akulah perempuan itu.ibu bumi,ibunda tanah air tercintamu.
Akulah ibundamu.
Akulah perempuan yang selalu disebut-sebut dalm setiap lembaran sejarahkehidupan,akulah prasastimu yang akan selalu kau kenang.
Akulah ibundamu…

SELESAI

Selasa, 07 Agustus 2012

Contoh Surat Niaga Pengaduan jumlah barang

Posted by Khoirul Zed | 15.32 Categories: , , ,
PT. KHOIRUL ABADI
Jl. Simpang 3 Telkom 259, Banjarmasin
Email: mmkhoirulzed@gmail.com
Banjarmasin, 20 November  2011
Nomor             :124//KA/02/11
Lampiran         : 2 lembar
Hal                               : Pengaduan jumlah barang
Yth. Pemilik toko bangunan Permata
Jl. Ahmad Yani 756, Makassar
            Dengan hormat,
Kiriman saudara mengenai barang-barang yang kami pesan pada tanggal 3 November 2011 yaitu:

1.      Palu                             sebanyak 20 buah
2.      Gergaji                                     sebanyak 27 buah
3.      Paku                            sebanyak 10 kg
4.      Penggaris siku              sebanyak 47 buah
5.      Meteran mini               sebanyak 26 buah
6.      Mesin bor                    sebanyak 10 buah
7.      Mesin ketam                sebanyak 13 buah

Telah sampai dalam keadaan sangat baik. Kami ucapkan terima kasih.
Perlu kami sampaikan juga bahwa barang-barang yang saudara kirim mengalami keterlambatan tiba di tempat tujuan yaitu tanggal 18 November 2011, kami tidak dapat menanggung biaya pengiriman yang telah di setujui karena tidak sesuai dengan perjanjian awal dan jumlah barang yang kami pesan tidak sesuai yaitu:
1.      Gergaji                         sebanyak 10 buah
2.      Penggaris                     sebanyak 17 buah
3.      Mesin ketam                sebanyak 9 buah
Kami meminta barang yang kurang dapat dikirim secepatnya dan kami meminta potongan biaya atas barang yang kurang. Jika saudara tidak setuju, saudara dapat mengirimkan utusan untuk mengeceknya dan sekalian mohon dibawakan tambahannya.
Terimakasih atas kebijaksanaan saudara. Kami harap saudara dapat memakluminya.


Hormat Kami,
                                                                                                                                                Meneger Marketing


M. Khoirul Zed

Minggu, 17 Juni 2012

Cerpen Tiga Sekutu Setan

Posted by Khoirul Zed | 19.20 Categories: , ,
Tiga Sekutu Setan
Cerpen Muhidin M Dahlan

KAU orang muda Jawa-Arab yang pergi ke tanah haram. Mungkin mengikuti jejak spiritualitas para nabi. Atau berharap mendapatkan barakah kesempurnaan hidup dan kecemerlangan pandangan jiwa dalam menangkap lenggak-lenggok kehidupan. Seperti para nabi. Seperti orang-orang suci yang pernah lahir dan tertempa di sana. Kau ingin mengikuti jalan mereka.

Dan sepuluh tahun sudah. Ya, genap sepuluh tahun kau belajar kepada syekh itu atas rekomendasi syekh ini. Sebuah pola pemberian ajar berantai panjang khas tanah haram. Pelbagai ajaran kau timba. Segala cerita perjalanan sang abid kala safar di jalan-Nya telah kaudengarkan. Dan pelbagai pengalaman telah kau cerap dalam lakumu.
Dan kini, sesuai niat dan janji dan perjanjian pada para wali sepuh di tanah kelahiranmu, yakni belajar 10 tahun, kau pun akhirnya memutuskan untuk bersegera pulang. Meninggalkan gurun dengan angin Sahara yang ganas itu. Ah, betapa tak banyak yang tak tahu hakikat sahara itu. Juga mungkin kau salah satunya, walau kau telah menggali sedalam-dalamnya pengetahuan di balik lipatan pasir-pasir ini selama satu dasawarsa menurut perhitungan Masehi. Bahwa Sahara yang begitu sederhana, padat, tanpa ornamen sedikit pun itu terselip gugusan kekosongan dan kehampaan. Juga kemurnian dan kesucian. Mirip Atlantis dan Shangri-La. Di tanah inilah lahir dan membiak orang-orang suci yang mendaraskan dan mengubah wajah padang pasir yang begitu sengat, luas, hampa, dan bisu, menjadi sepenuhnya wajah Allah, cermin keterhempasan dalam kemegahan. Dalam kesunyiannya yang menciutkan nyali itu, seorang insan dilenyapkan dan sekaligus dihadirkan. Setiap insan ditunjuk -atau tepatnya dipaksa- untuk hidup dalam sikap berjuang. Bukan usaha menaklukkan, melainkan bertahan melintasi nasib Sahara untuk mendapatkan oase-oase kedamaian. Gurunlah membuat penghuninya ramah-ramah yang kemudian melahirkan ribuan kuplet kisah, pengalaman-pengalaman spiritual, dan kerendahan hati, sekaligus sikap teguh diri dan insan-insan yang hidup sederhana.

Di tengah jalan pulang menuju dermaga kau berpapasan dengan seorang lelaki. Ia menghampirimu. Tubuhnya dibaluti jubah putih yang tak lagi baru karena telah disikat usia. Demikian juga kepalanya. Terbalut rapat oleh balutan kain. Kulit wajahnya legam disepuh oleh panasnya matahari dan disergap bara pasir-pasir yang berkilat-kilat seperti hamburan ngengat butir kristal.

Kau sedikit gugup atas kedatangannya. Namun kegugupan itu kau sembunyikan rapat-rapat. Ia tersenyum. Mungkin itu senyuman manis. Dan kau membalasnya juga dengan senyuman. Tak kalah manisnya.
Kau tanya siapa ia. Ia hanya tersenyum. Kau ulangi pertanyaan serupa. Ia tersenyum lagi. Setelah tiga kali kau mengulangi pertanyaan yang serupa, ia kemudian membuka suara. Suaranya tampak berat dan seperti suara seorang pewejang di atas mimbar khotbah. Anggapmu begitu.

Ia memperkenalkan diri. Pelan dan tertata ia merangkai setiap patahan kata kalimat. Seperti diatur rapi.
"Aku bukan dari tanah ini, tuan. Aku orang jauh. Sisa keturunan Hamor yang dibantai oleh keturunan Yakoov."
Kau terkejut. Coba meminta konfirmasi. "Maksud tuan, ah, maksudku apakah Nabi Yakub yang tuan maksudkan?"
"Ya, ya," jawabnya. Matanya menatap matamu. Kalian beradu mata.
"Tuan, bagaimana mungkin itu terjadi. Tidak mungkin seorang nabi bisa membantai orang. Mereka adalah orang terpilih dan memiliki pengecapan cinta yang tak ada bandingnya. Hati mereka telah dijagai oleh Allah. Terlindunglah mereka dari segala angkara dan perbuatan-perbuatan jahili," kau coba mempertahankan dasar cerita yang pernah kaudengarkan. Sekuatnya kuda-kuda pengaman kau pasang di sepasang pacak kakimu. Apalagi di hadapan orang asing seperti yang ada di depanmu saat ini.

"Tapi aku punya cerita lain tentang hakikat kesucian. Ya, kalau mengingat cerita itu lagi, ah... ah...."
Kau melihat ia agak terguncang dengan ingatan kesilamannya. Terlihat dari raut wajahnya yang tiba-tiba saja bermendung. Tampak ada tekanan mahaberat yang sudah berbiak lama dalam pusat golak hidupnya.

"Cerita apa yang telah membuat tuan begitu tertekan. Tampaknya cerita itu tajam sekali menusuk uluhati tuan."
"Ya, ya, sebuah cerita. Sebuah pengalaman yang menusuk. Benar kata tuan, tajamnya menusuk-nusuk uluhati. Tapi, tapi, oh, jangan di sini. Di sana. Ya, di sana. Mari kita duduk di sana. Di bawah danau itu. Angin Sahara sebentar lagi akan berhembus kencang."

Kau bertanya-tanya dalam hati sambil madah saja mengikuti ajakannya. Kalian menuju sebuah kayu panjang di depan dangau. Mungkin disiapkan bagi pengembara yang ingin menyanggrah sejenak melepas penat atau tempat perhentian ketika badai pasir menghajar perjalanan.
Kau mengambil tempat di ujung kayu sambil punggungmu kausandarkan di sebuah bilah. Mungkin pelepah kurma. Sementara ia duduk di depanmu sambil tangannya mendongakkan dagu. Terlihat seperti berpikir. Tak lama kemudian ia membuka cerita kepadamu. Cerita yang ia janjikan tadi. Cerita tentang Nabi Yakub dan keluarganya. Cerita yang sebetulnya biasa karena sudah seringnya kaudengarkan di surau. Bahkan sejak kau mengenal huruf hijaiyah.
Lalu apa istimewanya kisah yang diwejangkan sosok asing yang mencegatmu di tengah perjalanan pulang ini?
Alkisah Dina berkunjung ke negeri yang diperintah Hamor. Syahdan, putra Hamor, Shekkem namanya, melihat gadis ini dan hati anak muda itu tergerak. Disergapnya Dina, dan diperkosanya gadis itu.
Tapi apa hendak dikata: Shekkem ternyata tidak hanya melampiaskan napas. Tapi ia jatuh cinta. Kepada Dina ia sampaikan kata-katanya yang menghibur dan tulus. Kepada ayahnya sendiri Shekkem berkata: "Aku ingin menjadikan perempuan ini istriku."
Maka Hamor pun datang ke orangtua Dina, Yakoov. Ia meminang. "Mari kita bentuk perseku tuan perkawinan: tuan berikan putri tuan, dan kami berikan putra kami, dan kita selesaikan persoalan kita."
Namun perdamaian tak terjadi dan persoalan tidak tuntas. Putra-putra Yakoov masih merasa marah bahwa Shekkem telah menggagahi adik perempuan mereka. Inilah jawaban mereka kepada Yakoov: "Kami tak bisa memberikan adik kami kepada kaum yang belum disunat."
Dan mereka pun memberi syarat, dan dengan itulah mereka mengatur akal. Lamaran Hamor dan Shekkam akan diterima jika semua laki-laki di negeri itu memotong kulup kelaminnya -sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang Yahudi-.
Syarat itu diterima oleh Hamor dan anaknya dengan senang hati. Maka segera saja semua laki-laki di tanah yang diperintah Hamor pun disunat. Tetapi pada hari ketiga -ketika orang-orang itu masih menanggungkan rasa sakit di ujung kemaluan mereka- dua orang putra Yakoov menyiapkan sesuatu yang tak disangka-sangka. Dengan pedang terhunus, mereka memasuki kota. Mereka temui tiap lelaki kota itu yang sedang dalam keadaan tak berdaya itu. Mereka bunuh. Lalu tak lama kemudian anak-anak Yakub yang lain menyerbu. Mereka menjarah kota itu. Domba, lembu, keledai semua yang ada di rumah, juga anak-anak dan para istri, disita.

Kau mengernyitkan dahi atas sepotong kisah mengerikan itu. Nabi Yakub, sekejam itukah? Disebabkan heran dan seperti tak mau terima kau bertanya, "Untuk apa semua itu tuan ceritakan kepadaku? Jangan jangan kau, kau.... kau... meng...."
"Maksud tuan, aku mengarang-ngarang cerita, begitu? Oh, sungguh cerita kekejaman keluarga Yakub itu menghantui kehidupanku dan orang-orang Hamor. Tapi... tapi, terserah kaulah tuan, percaya atau tidak. Percaya silakan. Tidak juga tak apa."
"Maaf, maaf, bukan aku ingin menyakitimu. Tapi untuk apa tuan menceritakan kisah itu kepadaku. Apa manfaatnya?"
"Agar tuan tahu bahwa kesucian pun adalah tipuan." Kau tahu ia hanya mengulang kalimat pertamanya. Seperti menegaskan sesuatu.
Dan kau mengulangi lagi sikapmu. Terbingung-bingung kau bertanya pada diri sendiri. "Sasmita apalagi yang menghadang pengembaraan menuju pintu pulang ini setelah bertahun-tahun ilmu kutimba dan kuukur-ukur?"
"Pernahkah tuan mendengar apa kata Syekh Al-Warraq?"
"Hmmm, jujur aku belum pernah mendengarnya. Tentang namanya, aku sudah mendengarnya karena Syekh tempatku berguru selalu menyebut-nyebut namanya. Tentang apa tuan?"
"Tentang ketaksucian yang bermata di mana-mana."
"Ho-oh. Aih, kalau tak keberatan, sudilah tuan tunjukkan mata-mata yang macam-macam itu," katamu meminta penjelasan.
Dan ia menunjukkan warisan mutiara kebijaksanaan Syekh Al-Warraq itu kepadamu:
Manusia terbagi dalam tiga kelompok: ulama (cendekia), umara (penguasa), dan fuqara (sufi). Korupsi para ulama itu melalui ketidakpedulian. Korupsi para penguasa melalui ketidakadilan. Dan korupsi kaum sufi adalah kemunafikan.
Kau tersentak. Sebentar tercenung. Kata-kata yang barusan meluncur seperti mencambukmu. Kata-kata yang masih asing di indra dengarmu. Khususnya kalimat yang terakhir. Kalau yang pertama dan kedua, walaupun tidak sama persis seperti yang kau dengarkan, tapi masih lumrah. Tapi yang ketiga itu? Sufi? Bukankah mereka adalah manusia suci pilihan?
Tanpa mengindahkan kau yang sedang berada dalam simpang teka-teki, dengan tenang ia berkata bahwa ketiga sosok itu adalah sekutu setan.
"Aku tahu tuan orang terpelajar. Pekerja keras. Abid yang tekun dan sabar. Tapi hati-hatilah, jangan sampai tuan jadi sekutu setan. Abdinya."
"Aku? Abdinya?"
Ia bilang ia tak menuduhmu. Hanya memperingatkan agar jangan sampai terperangkap dalam jaringan kerja setan. Menjadi teman dan sekutunya.
"Sudah kuingatkan ancaman itu. Penguasa tanpa pengetahuan, ulama tanpa budi, seorang sufi dengan keimanan buta. Kebusukan dunia terletak di pundak orang-orang itu. Seorang penguasa tidak menjadi korup hingga mereka berpaling dari para ulama, dan ulama tidak menjadi korup hingga mereka bergaul dengan penguasa, dan sufi tidak menjadi korup hingga mereka mencari pamer, dan ketamakan ulama karena keinginan akan kesalihan, dan kemunafikan sufi karena keinginan percaya kepada Allah. Tlah kuingatkan. Hati-hati!’’
Setelah berkata demikian, lelaki itu kemudian pamit lalu. Tanpa menengok sedikit pun. Dari belakang kau melihat langkahnya begitu mantap. Sesekali terantuk. Sesekali berusaha sekuat tenaga mencabut tapak kakinya yang terendam pasir. Angin berhembus kencang mengangkat ribuan butir pasir ke udara bersama hilangnya lelaki itu dari pandangan matamu.
Lama kau berdiri di situ sebelum memutuskan untuk berjalan ke arah sebaliknya. Kau menurunkan kain ke wajahmu untuk mencegah butiran pasir menggasak muka dan matamu. Kau berjalan lambat melintasi lumpur pasir sahara yang menanam langkah-langkahmu. Kau sedang menuju dermaga. Menaiki kapal-kapal dagang yang menuju daratan tenggara. Jawa! ***

*) Muhidin M Dahlan, lahir di Sulawesi Tengah. Bukunya Trilogi Mencari Cinta; Tuhan, Izinkan Aku menjadi Pelacur!; dan Aku, Buku, dan Sepotong Sajak Cinta (ketiganya diterbitkan pada 2003). Saat ini menjadi perangkai bunga di RumahBunga, Yogyakarta.

Kamis, 07 Juni 2012

Contoh rangkuman buku (Merangkum Isi Buku )

Posted by Khoirul Zed | 20.38 Categories: , ,
A.   IDENTITAS BUKU
Judul                          : Terampil Berbicara untuk Berbagai Keperluan
Pengarang                : Diah Erna Triningsih
Penerbit                    : Intan Pariwara
Halaman                   : 48 halaman ( iv + 44)

B.   JUMLAH BAB: 5 bab
Kata Pengantar
      Keahlian dalam berbicara sangat diperlukan dan keahlian berbicara  dapat diasah. Buku ini menjelaskan teknik dan contoh keterampilan berbicara.

BAB I Berani Berbicara
      Berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Berbicara dapat mengungkapkan ide, gagasan, dan pendapat orang lain. Berbicara memiliki peranan penting dalam komunikasi.
BAB II Menyampaikan Pesan
A.      Menyampaikan Pesan Dari Telepon
1)    Berbicara Melalui Telepon
a.   Harus menggunakan nada yang santun dan ramah.
b.   Memperhatikan keefektifan saat bertelepon.
2)   Menyampaikan Pesan Dari Telepon
a.      Mengucapkan kata-kata dengan santai.
b.      Menyampaikan pesan apa adanya.
c.       Menyampaikan pesan dengan jelas
d.      Menggunakan behasa yang tepat.
B.      Menyampaikan Pesan Dari Bacaan
1)      Menyampaikan Pesan Dari Media Masa
2)      Menyampaikan Pesan Dari Media Elektronik
BAB III Menanggapi Persoalan
A.      Memahami Persoalan
Persoalan merupakan masalah yang dialami seseorang. Tanggapan merupakan perkataan seseorang terhadap persoalan yang diucapkan orang lain. Sebelum menanggapi persoalan, harus memahami persoalan.
B.      Menanggapi Persoalan


BAB IV Melaporkan Hasil Penamatan, Kunjungan Dan Isi Buku
A.      Melaporkan Hasil Pengamatan Dan Kunjungan
Laporan pengamatan merupakan laporan yang dibuat setelah mengamati sesuatu dan bersifat resmi. Laporan perjalanan merupakan laporan yang dibuat setelah berkunjung ke suatu tempat.
B.      Melaporkan Isi Buku
Laporan buku adalah laporan yang menguraikan identitas beserta isi buku. Laporan ini juga menguraikan kelebihan dan kekurangan buku. Laporan ini di sebut resensi.
BAB V Memuji Dan Mengkritik
                  Sebelum memberikan tanggapan dengan pujian dan alasan yang logis, kita perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1)      Menggunakan kata-kata sopan.
2)      Memberikan alasan yang logis.
3)      Tidak memuji atau mengkritik secara berlebihan.
4)      Mencoba memberikan jalan keluar.





TUGAS BAHASA INDONESIA
MERANGKUM ISI BUKU


Untitled-1.jpgTIM PENYUSUN:
MUHAMMAD KHOIRUL ZED
ROHMAT ANDI SETIONO











“Terampil Berbicara untuk Berbagai Keperluan”




SMAN MODEL 1 SATUI
2011-2012